Skip to content

Ketika Banjir menggenangi sekolah SD

Mei 9, 2013

Foto664

Bukit Rawi – DualimaOnline

Beginilah kondisi salah satu Sekolah Dasar Negeri di salah satu kecamatan di kabupaten Katingan  tepatnya di sebuah dusun Lantungan desa Galinggang, kecamatan Kamipang Kabupaten, Katingan Provinsi Kalimantan Tengah. Dusun ini memiliki kontur dataran yang rendah, sehingga jika terjadi air pasang kiriman dari hulu sungai katingan dan bertemu dengan air pasang dari arah muara, maka air sungai akan menggenangi seluruh wilayah dusun lantungan dengan kedalaman  mencapai 160cm dari permukaan tanah. Memang banjir seperti ini tidak datang setiap tahun, namun  ketika banjir datang akan membuat masyarakat di seluruh dusun akan kerepotan dikarenakan jalan dan jembatan titian yang menjadi jalur utama yang dilalui anggota masyarakat sehari-hari menjadi tergenang.

Begitu pula dengan aktifitas belajar mengajar di sekolah, kepala sekolah terpaksa mengalihkan kegiatan belajar mengajar di rumah dinas guru yang bangunannya sedikit lebih tinggi dari rata-rata bangunan yang dimiliki masyarakat sekitar sehingga terhindar dari genangan air. Banjir ini biasanya terjadi selama 4 sampai 7 hari bergantung dengan curah hujan. Jika curah hujan meningkat, maka akan mempengaruhi ketinggian air sungai. Berdasarkan pengalaman penulis, selama banjir ini terjadi tidak ada sedikitpun perhatian dari aparat desa setempat untuk memperhatikan nasib masyarakat terlebih peserta didik yang ada di dusun ini. Menurut pengakuan salah satu tokoh masyarakat dusun Lantungan, seharusnya jika banjir seperti ini datang maka tidak sampai membuat Sekolah Dasar Negeri yang ada di dusun ini tergenang oleh air sungai kalau ketinggian bangunan sekolah sudah sesuai dengan Grand Desain konsultan perencana proyek bangunan sekolah kala itu. Artinya realisasi desain proyek bangunan Sekolah Dasar Negeri ini telah mengalami perubahan dari yang diharapkan. Budaya seperti ini patut kita hindari, bagaimana selanjutnya?

Kini masyarakat khususnya guru dan peserta didik hanya bisa pasrah jika banjir kembali datang menggenangi sekolah mereka, belum ada rencana dari dinas terkait untuk terjun langsung mengatasi permasalahan musiman yang datang seperti banjir ini. Inilah dampak dari kerusakan hutan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Peran serta pemerintah daerah dan masyarakat secara bahu-membahu sangat diharapkan demi tercapainya kehidupan masyarakat yang makmur, sejahtera, bermartabat dan berpendidikan. (dl0)

Iklan

From → artikel, Bumiku

Tinggalkan sebuah Komentar

Bagaimana tanggapan anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: